Halaman ini sudah dilihat oleh: 791 orang,




Pulang
Mereka yang Pulang bersama sama dari Rantau

Ini contoh perlu diteladani
Oleh pemuda masa kini
Tidak bersikap seperti banci
Punya martabat harga diri

Walau tubuh ada yang kurang
Komandan peleton kompi Singgalang
Saat bermarkas di Tanjung Sungayang
Sangat yakin ketika berperang

Walau hanya bertangan satu
Ketika senjata diisi peluru
Sten dijepit sambil dipangku
Tidak berharap agar dibantu

Dia setia mengikuti sumpah
Tiada hambatan membuat susah
Meskipun tangan tinggal sebelah
Memimpin pasukan dengan gagah

Untuk orang yang sebenarnya orang
Cacat tubuh bukan halangan
Ketika ikut dalam perjuangan
Tegak di depan memimpin perang

Anak cucu perlu tahu
Peristiwa bersejarah di masa lalu
Kita berkisah tak usah malu
Bukan larangan pekerjaan tabu

Inilah sifat pemuda Mukmin
Mereka menunda hasrat kawin
Untuk mengikuti seruan pemimpin
Serta berjuang karena yakin

Ingatan kolektif orang Minang
Dari rantau banyak yang pulang
Untuk serta ikut berperang
Baik gadis maupun bujang

Banyak yang kembali dari Jawa
400 pelajar dan mahasiswa
Bergabung PRRI secara sukarela
Pena diganti dengan senjata

Kejadiaan disebut Perang Saudara
Karena memakai lambang yang sama
Negara tetap berazas Pancasila
Hanya pusatnya tidak di Jakarta

Jumlah pelajar dan mahasiswa tersebut dikutip dari buku: Perlawanan seorang Pejuang: Biografi Kol. A. Husein


Kalau Dunsanak merasa perlu kisah ini diketahui pula oleh orang lain, tolong di Like & Send atau di Tweet

Tweet

Kembali ke daftar ringkasan     Kembali ke www.nagari.org