Halaman ini sudah dilihat oleh: 1483 orang,




PRRI
Madrasah yang dirubuhkan dengan Tali

Editor: Dr. Mestika Zed, Abraham Ilyas

Pembuka Kata

Kita berucap kalimah Subhanallah
Tuhan pencipta wajib disembah
Mohon izin hendak berkisah
Nagari Paninggahan dalam sejarah

Bukan bermaksud untuk promosi
Tapi keikhlasan dalam berbagi
Biar ilmu lebih berarti
Untuk generasi penerus nanti

Ketika perang berdarah darah
Nagari Paninggahan terlibat susah
Belum diceritakan dalam sejarah
Orang tak bisa mengambil hikmah

Cerita kejadiaan saat PRRI
Susah dan senang yang dialami
Oleh penduduk anak nagari
Kalau keliru minta koreksi

Tidak seperti tokoh politik
Yang selalu menjadi topik
Peristiwa di kampung jarang dilirik
Karena dianggap kurang menarik

Supaya ilmuwan dianggap adil
Besar dan kecil agar diambil
Peranan militer maupun sipil
Agar ditulis secara detil

Ranah Minang negeri yang indah
Penduduknya dikenal sangat ramah
Adat dan syarak bersendi kitabbullah
Yakin percaya Muhammad rasullullah

Paninggahan nagari yang rancak
Di tepi danau bernama Singkarak
Airnya jernih, selalu beriak
Lubuknya ikan beranak pinak

Sejak dahulu di dalam catatan
Pada arsip jaman penjajahan
Junjung Sirih nama kewedanaan
Dimasukkan pula nagari Paninggahan

Dari Padang hendak ke Paninggahan
Bisa ditempuh melalui hutan
Jalan setapak orang katakan
Menembus rimba Bukit Barisan

Sarana jalan ketika bergolak
Melalui hutan jalan setapak
Tempat bermain Beruk dan Cigak
Jalannya kecil ditumbuhi semak

Kini transportasi telah lancar
Kenderaan umum dapat dibayar
Memakai bis ukuran besar
Menuju Paninggahan tak lagi sukar

Sarana perhubungan peninggalan Belanda
Jalan raya melalui kota
Melewati Solok dan Saningbaka
Naik mobil tiga jam saja

Sawahnya luas berlupak lupak
Banyak peliharaan binatang ternak
Satwa dilindungi berkembang biak
Danaunya jernih, ikannya jinak

Rimba larangan haram dibakar
Hutan lebat berpohon besar
Rotan melilit lingkar melingkar
Diselingi durian pohon Damar

Nagari terbagi enam jorong
Penduduknya senang bergotong royong
Dapat kesusahan tolong menolong
Tiada tetangga berlaku sombong

Daerah jorong bernama Gando
Di tepi kampung setengah kilo
Ada telaga zaman kuno
Tempat remaja berfoto foto

Bujang dan gadis bila tak waspada
Di situ timbul malapetaka
kalau hanya jadi penggembira
Hidup diatur oleh selera

Permulaan Kisah

Ketika negara tak sesuai cita cita
Pecahlah kongsi Soekarno Hatta
Jakarta banyak ditimbun harta
Rakyat daerah sangat menderita

17 April lima delapan
Kota Padang selesai ditaklukkan
Hanya sedikit ada perlawanan
Tiada perang seperti dikirakan

Padang direbut diikuti Bukittinggi
PRRI mundur ke semua nagari
Penduduk menerima sangat simpati
Disediakan rumah tempat mengungsi

Nagari Paninggahan termasuk pilihan
Lokasi strategis tempat bertahan
Banyak kisah perlu dikisahkan
Hikmah pedoman anak kemenakan


Di Paninggahan bermarkas pasukan
Dibawah pimpinan Sjarif Usman
Veteran perang zaman kemerdekaan
Dia ditunjuk sebagai komandan

Menjadi tentara tidak digaji
Hanya niat hendak berbakti
Kepada ranah ibu pertiwi
Rakyat mendukung sepenuh hati

Setelah Solok dikuasai APRI
Pusat bersiap untuk operasi
Pos dibuat di pasar Sumani
PRRI berjaga di jorong Lasi

Untuk menuju rimba raya
Dari Sulik Aie melewati Saniangbaka
Simpang Tiga harus dijaga
Agar pejuang tidak leluasa

Rimba raya terus ke Padang
Jalan pintas di kala perang
Kini telah dilupakan orang
Karena tidak dilalui pedagang

Pertempuran pertama yang terjadi
Masih diingat sampai kini
Antara Pusat dengan PRRI
Serdadu muncul dari Sumani

19-60 pertengahan tahun
APRI menyusun sebuah kekuatan
Untuk menyerang nagari Paninggahan
Pertempuran sengit tidak terelakkan

Di Lawang jorong Subarang
Jalan sepi suasana lengang
Saat subuh berangsur terang
Terjadi pertempuran yang agak seimbang

Tentara Pusat muncul dari Saningbaka
Bersenjata lengkap bertopi baja
Berjawah tegang selalu curiga
Berpakaian loreng bewarna warna

Naik truk dan berjalan kaki
Jumlah banyak dua kompi
Mortir ditembakkan berkali kali
Bom meletus keras sekali

Malang tak bisa ditolak
Mujur tidak mungkin sekehendak
Kamandan kompi mati tertembak
Prajurit marah berteriak teriak

Kita harus menuntut balas
Pemimpin pasukan telah tewas
Kematian ini tidak pantas
Musuh perlu wajib dilibas

Untuk membalas rasa dendam
APRI beroperasi diam diam
Masuk hutan ketika malam
Lalu mengintai berjam jam

Bagi pejuang di rimba hutan
Lakasi persembunyian terasa aman
Sifat waspada sering dilupakan
Di situ terjadi celaka badan

Sersan Yance bernasib malang
Pemuda Ambon yang rajin sembahyang
Menerima takdir bernasib malang
Ditembak Apri dari belakang

Sudah kehendak Yang di Atas
Yance tertembak langsung tewas
Ada jasanya yang sangat jelas
Perlu dihargai secara pantas

Perlu dihargai diberi acungan
Yance berpikir masalah kelangsungan
Bidang pendidikan jadi usungan
Dia merintis Sekolah Penampungan

Bidang Pendidikan selama PRRI

Walau perang sedang berlangsung
Bidang pendidikan tetap dianjung
Ada SMP, SMA Penampung
Letak lokasi di tengah kampung

Sekolah terletak di jorong Subarang
Banyak gurunya pengungsi pendatang
Tiada digaji menerima uang
Mereka termasuk kelompok pejuang

Ada yang aneh pernah terjadi
Madrasah Paninggahan dibakar APRI
OPR mencegah dinyalakan api
Baiknya madrasah ditarik tali

Dalam buku banyak ditulis
Cita cita kaum Komunis
Semua penduduk disuruh Ateis
Sekolah agama dibuang habis

Tentara membentak dengan angkuh
Ustadz dan guru diusir menjauh
Mereka takut, semuanya patuh
Tiada yang protes atau mengeluh

Menurut info berbagai sumber
saat Komunis melibatkan militer
Letkol. Untung dijadikan kader
Sifatnya rahasia, tak boleh pamer

Dengan tali buatan pabrik
Tiang madrasah ketika ditarik
Terdengar bunyi berderik derik
Bangunan miring tampak menarik

OPR berpikir menggunakan nalar
Kalau madrasah sampai terbakar
Semuanya hangus termasuk tikar
Tiada tersisa walau selembar

Mereka berharap sungguh sungguh
Agar madrasah segera rubuh
Kayunya dirampas dibawa jauh
Sebagai jarahan harta musuh

Kalau madrasah rubuh berantakan
OPR berharap merampas papan
Niat yang buruk tidak kesampaian
Bangunan tak rubuh tetap bertahan

Kini sekolah tampak miring
Bangunannya condong ke arah samping
Masih utuh atap dan dinding
Bukti sejarah yang sangat penting

Korban berjatuhan di sekitar danau nan indah

Try Sutrisno kalau diceritakan
Di zaman Orba punya jabatan
Pernah ditugasi oleh komandan
Di nagari Kacang, seberang Paninggahan

Di nagari Kacang dekat Tikalak
Try dianggap sebagai anak
Karena dia berlaku bijak
Kalau bicara terasa enak

Dari Kacang terlihat jelas
Nagari Paninggahan terhampar luas
Memiliki rimba tiada batas
Tempat satwa berkembang bebas

Dengan teropong alat bantuan
Gerak gerik orang Paninggahan
Dari Ombilin juga kelihatan
Peluru mortir banyak ditembakkan

Ketika serdadu takut datang
Mereka enggan pergi menyerang
Mortir ditembakkan dari seberang
Di atas danau peluru melayang

Di tepi danau yang sangat indah
Kekejaman OPR dicatat sejarah
Perbuatan sadis berdarah darah
Mengikuti Setan Iblis bedebah

Kekejaman OPR sangat terlalu
Bisa dibaca catatan di buku
Agar tiada pembaca yang ragu
Penulis kutip paragraf yang perlu

....Setelah Datuk Aceh ditangkap, Dia dipaksa dan disiksa hingga akhirnya dibunuh secara keji.
Masih segar dalam ingatan saya, Datuk Aceh dipaksa minum Cendol.
Setelah menolak, kemudian kumisnya dicabut secara kasar.
Dengan mulut berlumuran darah dan tangan terikat.

OPR serta pasukan Diponegoro tersebut menembak kepala Datuk Aceh hingga berserakan benaknya.
Ketakutan makin bertambah ketika ada 3 orang yang dibunuh oleh OPR Ombilin.
Mereka ditembak dan lehernya dipotong.
Kepala tanpa badan tersebut digantung di pos OPR dengan mulut berisi rokok.

Saya yang saat itu masih kelas 2 SMP, takut melihatnya, sehingga bayangan kepala tergantung itu terus menghantui tidur saya.
(Dikutip dari buku: Perempuan Berselimut Konflik, Reni Nuryanti, halaman 105).

Kontak senjata memakan korban
Dua pelajar putera Paninggahan
Sudah takdir ketetapan Tuhan
Keduanya tewas dalam pertempuran

Samsani dan Maniar langsung tewas
Mereka pergi meninggalkan bekas
Semangat berkorban penuh ikhlas
Semoga Allah memberi balas

Si Mangguang orang tak waras
Saat bicara tidak awas
Terkadang ucapan kurang pantas
Dianggap pejuang melampaui batas

Karena sengaja berolok olok
Sambil mengisap sebatang rokok
Ada ucapan yang tidak cocok
PRRI penakut, senangnya ijok

Mangguang dijemput lalu diinterogasi
Dia bertanya kesalahan Diri
Pemeriksa marah timbul emosi
Emosi pindah ke ujung jari

Tidak dimandikan, tidak disolatkan
Mangguang mati segera dikuburkan
Begitulah keadaan saat peperangan
Semua orang ditimpa penderitaan

Penderitaan besar ataupun kecil
Untuk dihindari rasanya mustahil
Meskipun rakyat warga sipil
Nyawa dikuasai pemilik bedil

Akhir Kisah

Di awal 19 enam satu
Nagari Saniangbaka terjadi ricuh
Gerilyawan berniat mengejar musuh
Hewan ditarik melenguh lenguh

Banyak nagari telah diduduki
Oleh Pusat tentara APRI
Muncul masalah bagi PRRI
Bahan makanan susah didapati

Adalah Organisasi Perlawanan Rakyat
Kaki tangan tentara Pusat
Siap diperintah setiap saat
Mengejar pejuang ke semua tempat

Ketika menduduki nagari Paninggahan
APRI bertugas tidak sendirian
Serdadu menciptakan tenaga bantuan
Dibuat OPR sebagai kakitangan

Saat melakukan taktik militer
Angku Suwari seorang kader
Oleh APRI dijadikan OPR
Terkadang diajak menaiki panser

Dua partai saling membenci
PKI berlawanan dengan Masyumi
Komunis berniat mengkudeta negeri
Masyumi berpihak kepada PRRI

PKI menumpang ambil kesempatan
OPR dijadikan batu loncatan
Kader disuruh ikut latihan
Untuk menembak musuh saingan

Bulan Februari enam satu
Tiga tahun telah berlalu
Sejak perang pakai peluru
Ada pemimpin mulai ragu

Perjuangan bersenjata tak akan berhasil
Pendukung PRRI bertambah kecil
Untuk menang rasanya mustahil
Kebijaksanaan baru perlu diambil

Presiden umumkan sebuah kewajiban
Indonesia masih punya beban
Irian Barat perlu dibebaskan
Dengan berunding atau kekerasan

Tugas utama yang lebih patut
Irian Barat perlu direbut
Bekas PRRI boleh ikut
Begitu janji dia sebut

Kalau mencermati kejadiaan fakta
Banyak pejuang bekas Permesta
Mereka direkrut jadi tentara
Mantan PRRI pilih berbeda

Pasar Paninggahan ramainya Kemis
Banyak dagangan berjenis jenis
Barang kesukaan bujang dan gadis
Kini dipromosikan para selebritis


Kalau Dunsanak merasa perlu kisah ini diketahui pula oleh orang lain, tolong di Like & Send atau di Tweet

Tweet

Kembali ke daftar ringkasan     Kembali ke www.nagari.org