Halaman ini sudah dilihat oleh: 871 orang,




Keganjilan Sejarah
Anak dan Kemenakan:
Keganjilan peristiwa yang terjadi ketika perang

Oleh : Sjamsir Sjarif

Mendengar nama Munir yang bergelar Datuk Penghulu itu, saya ingat kepada kawan yang bernama Datuak Panghulu (Basa?) yang berasal dari Kampung Ampang Kaluak, Panampuang yang berkemungkinan dia adalah kemenakan beliau.

Suatu kebetulan barangkali, keganjilan sejarah terjadi.
Mamaknya mati ditembak oleh tentara Belanda waktu Agresi ke-2 tahun 1949.
Kemenakannya mati ditembak OPR ketika pergolakan PRRI tahun 1958.

Datuak yang masih muda ini, adalah anggota Mobrig kompi Zadelberg kebetulan melintas di Biaro dalam perjalanannya seorang diri dari Lasi ke Panampuang.
Dia dikejar, lalu membalas tembakan anggota-anggota OPR itu.
OPR yang berpakaian preman serta bersarung mengendap ngendap di Bandanyiua, Biaro, kira kira 600 meter dari tempat saya berdiri melihatnya.

Korban perang lainnya, kawan saya yang seusia; namanya si Jun dari Piliang Pasia Biaro, mati dianiaya Sidi anggota OPR.

Dulunya mereka sama sama tukang tukang dobi (strika pakaian) di Simpang Biaro.
Kejadiaannya waktu peristiwa PRRI, tahun 1958.

Ayah Si Jun juga mati ditembak Belanda tahun 1949, ketika agresi ke 2.

Santa Cruz, California 28 Februari 2011


Peringatan penting

Sudah terbukti ketika perang
tempat berlindung orang Minang
bukan di dataran tanah lapang
tapi di rimba Hutan yang lengang


Kalau Dunsanak merasa perlu kisah ini diketahui pula oleh orang lain, tolong di Like & Send atau di Tweet

Tweet

Kembali ke daftar ringkasan     Kembali ke www.nagari.or.id