Halaman ini sudah dilihat oleh: 1133 orang,




Kenangan dari Rantau
Kenangan setengah abad kemudian dari Rantau

SETENGAH ABAD KEMUDIAN
Oleh : Sjamsir Sjarif

Penghujung Januari 2011 barusan lewat
Ketika kuedari Gunung Singgalang dan Tandikat
Berlawanan arah jarum jam dari Ampat Angkat

Lepas Kototuo, kuarahkan pandanganku
Kiri kanan ke depan menuju
Tanpa disadari anak cucu
Membayangkan Kenangan ke Masa Lalu
Ya, ya Operasi Semut di masa itu


Sekitar akhir Agustus sembilanbelas limadelapan
Tujuan perjalananku terganggu
Ketika dari Utara kutersendat di Tantaman

Kini terjarak waktu setengah abad
Kulingkari Gunung Singgalang dan Tandikat
Menuju Malalak belum pernah kulihat
Tahun lalu ikut dihantam gempa dahsyat

Merenung di pinggir kampung Malalak Barat
Geografi Tantaman Simpang Malalak kuingat-ingat
Balingka Lawang jalan yang sendat
Pandanganku lepas ke Pantai Barat
Seperti di Tantaman dahulu di Masa Darurat

Polapikirku saling berkisar di dua topik
Kuah Darah Perang Saudara dianggap heroik
Gempa Piaman seketika membuat panik
Kenangan mssa ku berbolak balik
Bertema Sejarah Kampung Halaman nan unik

Di Pinggir Kampung Malalak Barat
Terbayang di angan di bawah bukit
Walaupun mataku tidak melihat
Tanjung Sani dihempas gempa penuh jerit

Jauh pandangan ku di Sebelah Barat
Terbayang di ufuk episenter yang kuat
Pusat Gempa menghantam Sumatera Barat
Ditahan di Timur oleh Tandikat

Kuarahkan perjalanan ke Selatan
Melalui nagari-nagari di Patamauan
Mengobservasi daerah nan jadi korban
Hoyakan gempa tidak tertahan.

Rusli Marzuki dan Buya Masoed
Syair Sejarahmu taut bertahut
Setengah abad telah berlarut
Airmata, Darah, dan Doa sangkut-berpaut
Bahagia dan duka taut-bertaut ...

Santa Cruz, California 28 Februari 2011

Kalau Dunsanak merasa perlu kisah ini diketahui pula oleh orang lain, tolong di Like & Send atau di Tweet

Tweet

Kembali ke daftar ringkasan     Kembali ke www.nagari.or.id